ALT_IMG

Featured 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore..

Alt img

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

ALT_IMG

Featured 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat. Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat Readmore...

Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filsafat. Tampilkan semua postingan
Rabu, 11 Januari 2012

TINJAUAN FILOSOFIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

0 comments
BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat, karena dimana ada pendidikan disitulah ada filsafat. Diibaratkan pendidikan tersebut jasmani dan filsafat sebagai rohaninya, keduanya tidak dapat dipisahkan.
Pendidikan membutuhkan filsafat, karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman. Dalam pendidikan muncul masalah yang lebih luas, kompleks, dan lebih mendalam, yang tidak terbatas oleh pengalaman inderawi maupun fakta-fakta aktual yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan hidup manusia. Pendidikan tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa memahami tujuan akhirnya.
Tujuan pendidikan menggambarkan tentang idealisme, cita-cita keadaan individu atau masyarakat yang dikehendaki. Karenanya tujuan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan, sebab tidak saja memberikan arah kemana harus dituju, tetapi juga memberikan arah ketentuan yang pasti dalam memilih materi, metode, alat/media, evaluasi dalam kegiatan yang dilakukan.
Dalam menghadapi keadaan pendidikan terutama di Indonesia yang tidak teratur, merosotnya moral suatu bangsa, dan masalah-masalah lainnya diperlukan suatu tujuan sebagai pandangan hidup mereka untuk mencapai suatu tujuan akhir dari pendidikan tersebut. Sehubungan dengan masalah tersebut, disini kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai tinjauan filosofi tujuan pendidikan di Indonesia.


B. Rumusan Masalah
Dari berbagai penjelasan yang telah dipaparkan di atas, maka dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan tujuan pendidikan?
b. Bagaimanakah gambaran filosofis tujuan pendidikan di Indonesia saat ini?
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan dan manfaat penulisan makalah ini yaitu:
1. Mengetahui gambaran filosofis tujuan pendidikan di Indonesia.
2. Membuka pikiran kita seberapa besar konstribusi kita dalam membangun pendidikan di Indonesia ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Tujuan Pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan gambaran dari falsafah atau pandangan hidup manusia, baik secara perseorangan maupun kelompok. Membicarakan tujuan pendidikan akan menyangkut sistem nilai dan norma-norma dalam suatu konteks kebudayaan, baik dalam mitos, kepercayaan dan religi, filsafat, ideologi, dan sebagainya.
Tujuan pendidikan pada hakekatnya adalah mencerdaskan potensi-potensi spiritual, intelektual, dan emosional setiap individu yang pada gilirannya berpengaruh terhadap masyarakat luas. Tujuan pendidikan itu bersifat dinamis, yaitu setiap zaman tujuannya bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan pada zaman tersebut. Selain itu tujuan pendidikan juga dipengaruhi oleh kebudayaan, sehingga tujuan pendidikan akan berbeda-beda sesuai dengan kebudayaan daerah setempat.
Tujuan pendidikan menurut para ahli filsafat yaitu:
1) Plato, mengatakan bahwa tujuan pendidikan sesungguhnya adalah penyadaran terhadap self knowing dan self realization kemudian inquiry dan reasoning and logic. Jadi disini tujuan pendidikan adalah memberikan penyadaran terhadap apa yang diketahuinya, kemudian pengetahuan tersebut harus direalisasikan sendiri dan selanjutnya mengadakan penelitian serta mengetahui kausal, yaitu alasan dan alur pikirannya.
2) Aristoteles, mengatakan tujuan pendidikan adalah penyadaran terhadap self realization yaitu kekuatan efektif (virtue) kekuatan untuk menghasilkan (efficacy) dan potensi untuk mencapai kebahagiaan hidup melalui kebiasaan dan kemampuan berfikir rasional.
3) Menurut John Dewey, tujuan pendidikan adalah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat berfungsi secara individual dan berfungsi sebagai anggota masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bersifat aktif, ilmiah, dan masyarakat serta berdasarkan kehidupan nyata yang dapat mengembangkan jiwa, pengetahuan, rasa tanggung jawab, keterampilan, kemauan, dan kehalusan budi pekerti. Seluruh pendidikan Dewey itu didasarkan atas filsafat pragmatisme, artinya sesuatu pengetahuan berdasarkan atas berguna atau tidak berguna dalam kehidupan manusia. Apa yang tidak berguna tidak perlu diajarkan disekolah. Sebaliknya apa yang menguntungkan bagi hidupnyalah yang diajarkan.
Pendidikan di Indonesia terproyeksikan pada ideologi Pancasila dan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai falsafahnya. Oleh karena itu, tujuan pendidikan secara umum ditujukan untuk menghasilkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang sikap dan perilakunya senantiasa dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila.
Telah dikatakan bahwa rumusan tujuan pendidikan selalu mengalami perubahan sesuai dengan tuntunan perkembangan kehidupan masyarakat dan negara yang bersangkutan. Berikut ini beberapa contoh rumusan tujuan pendidikan yang telah dikemukakan di dalam Ketetapan MPRS dan MPR, UUSPN No. 2 Tahun 1989, UU SISDIKNAS No. 2 Tahun 2003.
a) Di dalam Tap MPRS No. XXVII/MPRS/1966 Bab 2 Pasal 3 dicantumkan: “Tujuan Pendidikan membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki Pembukaan dan Isi Undang-Undang Dasar 1945”.
b) Tap MPR No.IV/MPR/1978 menyebutkan: “Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa’’.
c) Di dalam Tap MPR No. II/MPR/1988 dikatakan: “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, dan terampil, serta sehat jasmani dan rohani”.
d) Yang terakhir, di dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dijelaskan, “Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”
e) Menurut Undang-Undang SISDIKNAS No.20 Tahun 2003 pasal 3, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Continue reading →
Minggu, 10 April 2011

TINJAUAN FILOSOFIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

0 comments

Disusun Guna Memenuhi Tugas Kelompok
Mata Kuliah Filsafat Pendidikan
Dosen Pengampu Prof. Dr. H. Maragustam Siregar
tams




                                                                     





Disusun oleh:
Mu’allim Syukri Khamid                (09410168)
Ika Zulaicha                                     (09410171)

PAI-D

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat, karena dimana ada pendidikan disitulah ada filsafat. Diibaratkan pendidikan tersebut jasmani dan filsafat sebagai rohaninya, keduanya tidak dapat dipisahkan.
Pendidikan membutuhkan filsafat, karena masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan semata, yang hanya terbatas pada pengalaman. Dalam pendidikan muncul masalah yang lebih luas, kompleks, dan lebih mendalam, yang tidak terbatas oleh pengalaman inderawi maupun fakta-fakta aktual yang mungkin tidak dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Masalah-masalah tersebut diantaranya adalah tujuan pendidikan yang bersumber dari tujuan hidup manusia dan nilai sebagai pandangan hidup manusia. Pendidikan tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa memahami tujuan akhirnya.[1]
Tujuan pendidikan menggambarkan tentang idealisme, cita-cita keadaan individu atau masyarakat yang dikehendaki. Karenanya tujuan merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan pendidikan, sebab tidak saja memberikan arah kemana harus dituju, tetapi juga memberikan arah ketentuan yang pasti dalam memilih materi, metode, alat/media, evaluasi dalam kegiatan yang dilakukan.
Dalam menghadapi keadaan pendidikan terutama di Indonesia yang tidak teratur, merosotnya moral suatu bangsa, dan masalah-masalah lainnya diperlukan suatu tujuan sebagai pandangan hidup mereka untuk mencapai suatu tujuan akhir dari pendidikan tersebut. Sehubungan dengan masalah tersebut, disini kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai tinjauan filosofi tujuan pendidikan di Indonesia.
Continue reading →

Labels